Sabtu, Februari 23, 2019
Home > Gaya Hidup > Untukmu Para Penerima Beasiswa

Untukmu Para Penerima Beasiswa

Epistemik.comBelakangan waktu tengah trend program negara yang memberikan bantuan pendidikan kepada anak bangsa. Mulai dari s1, s2 hingga s3. Para peserta didikpun juga antusias untuk “berburu” dana tersebut. Mereka menitipkan asa yang besar untuk memperolehnya. Beragam persyaratan yang harus dipenuhi juga dilakukan dengan tulus oleh para peserta. Diantara mereka ada yang berhasil dengan mendapatkan dana pendidikan ada pula yang harus menelan air liur kegagalan.

Entah apa yang bangsa ini pikirkan. Di tengah angka buta huruf yang masih tinggi, orang-orang yang hanya mengenyam pendidikan dasar dan tidak bisa lanjut karena terhimpit biaya, bangsa ini justru gencar menggelontorkan dana untuk menyekolahkan orang-orang yang sudah sarjana. Inilah masalah kronis bangsa ini yaitu jarak antara orang berpendidikan tinggi dengan orang yang berpendidikan biasa. Karena alasan ini salah satu guru saya (Prof. Syakban Rosyidi) memfatwakan bahwa beasiswa itu haram. Terlalu banyak anak negeri ini yang seharusnya disarjanakan dulu dari pada mensarjanakan kembali para sarjana.

Beasiswa, memang sangat menjadi dambaan di tengah menjulang tingginya biaya pendidikan. Program tersebut dinilai bisa membantu masyarakat dalam menyikapi hal tersebut. Tapi sungguh hal ini hanya memperpanjang daftar ironi pendidikan negeri ini. Program tersebut hanya akan menambah jurang pemisah antara yang berpendidikan tinggi dan yang berpendidikan rendah.

Selain masalah kelas tersebut, belakangan muncul hal-hal yang dirasa sangat aneh. Mereka yang mendapatkan beasiswa tampil sebagai kelompok baru yang cendrung elit. Pertama mereka akan memakai tas khusus yang bertuliskan lembaga yang memberikan beasiswa. Kedua mereka akan rutin berkumpul sesama penerima beasiswa untuk berbagi cerita. Serta berbagai seminar-seminar yang membedah bagaimana cara untuk bisa menjadi seperti mereka.

Penerima beasiswa seharusnya sadar hal ini. Mereka harus memandang ke mereka yang masih terseok-seok untuk bersekolah. Mereka yang masih haus ilmu namun tidak bisa lanjut sekolah karena terhalang biaya. Kenapa mereka tidak mendaptar beasiswa seperti anda? Karena untuk menuju seleki beasiswa mereka tidak punya biaya untuk tes kesehatan, untuk tes kebahasaan, untuk membuat keterangan kelakuan baik. Semua itu berbiaya saudara, dan pastinya tidak murah.

Hanya ingin mengingatkan bahwa kesempatan yang diberikan bangsa ini kepadamu untuk menyelesaikan studi adalah untuk mengurai masalah bangsa, bukan untuk gaya-gayaan, bukan untuk melahirkan bentuk kelas sosial baru. Tidak.

Seharusnya mereka yang mendapatkan kesempatan menerima beasiswa yang dibiayai proses pendidikannya digunakan untuk melebur diri dengan mereka yang masih berada dalam strata pendidikan yang rendah. Jika mereka setelah mendapat beasiswa justru menjadi kelas baru yang tampil serba mewah. Mengadakan pertemuan di hotel pada waktu-waktu tertentu. Dan berbagai hal lain yang menunjukkan eksistensi semata, sungguh percuma bangsa ini menggelontorkan dana triliun hanya untuk membangun mimpi-mimpi fatamorgana.

Untukmu para penerima beasiswa, ingatlah duniamu sesungguhnya adalah mereka yang membutuhkan penerangan lebih tentang ilmu pengetahuan, bukan sesama kalian penerima yang sudah mampu dalam hal intelektual.

Salam Epistemika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *