Sabtu, Februari 23, 2019
Home > Gaya Hidup > Selamat Hari Ibu; Beginilah Ibu Zaman Now

Selamat Hari Ibu; Beginilah Ibu Zaman Now

Epistemik.com – Betapa mulianya peran seorang Ibu yang telah melahirkan dan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang dan cinta. Segala urusan rumah tangga dan keluarga tak bisa dipisahkan dari sosoknya.

Bisa dibayangkan, bagaimana repotnya jika sehari saja, ibu tak ada di rumah, padahal tak ada asisten rumah tangga yang membantu ibu mengerjakan berbagai pekerjaan rumah tangga. Tidak ada yang memasak dan menyuapi anak-anak, mencuci baju, beres-beres rumah, dan menemani anak-anak bermain. Begitulah sosok ibu, tanggung jawab untuk mengurus rumah tangga dan anak-anak berada di tangannya, karena ayahlah yang bertugas pokok bekerja.

Tak heran ketika dihadapkan pada pertanyaan “Siapa pahlawan anda?” Kebanyakan orang akan menjawab, Ibu adalah pahlawan dalam hidupnya, mereka pun menjadikan ibu dan keluarga mereka sebagai tokoh yang perlu diteladani.

Oh bunda, ada dan tiada dirimu kan selalu, ada di dalam hatiku…

Siapa yang tak kenal dengan lirik lagu ciptaan Melly Goeslo yang sering digunakan lagu untuk hari Ibu ini. Bait demi bait yang disampaikan membuat siapapun bakal menangis membayangkan hebatnya sosok seorang ibu.

Hari ini tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari Ibu, semua Ibu di Indonesia tengah bergembira merayakan harinya. Tak cuma di Indonesia, di beberapa negara lainnya juga memperingati hari yang sama tapi di tanggal berbeda. Di hari  Ibu itu, biasanya semua ibu dibebastugaskan dari kegiatan apapun.

Ibu memang sosok yang luar biasa special hingga ada perayaan hari Ibu. Tanpa Ibu, tentu manusia tak kan hadir dan melihat keindahan dunia. Tak ada yang bisa menandingi peran seorang ibu termasuk sang ayah. Ibulah yang mengandung, berjuang melahirkan buah hati, kemudian mendidiknya dan mendoakan kelak si anak sukses meniti hidup. Hingga terasa benar sekali jika dikatakan kasih ibu sepanjang masa. Bahkan dalam agama pun disebutkan surga ada di telapak kaki ibu.

Terlepas dari itu semua, tentu terjadi banyak perubahan antara ibu di masa lalu dan masa sekarang. Masa kecil Anda hingga dewasa bersama ibu tercinta tentu tak bisa dilupakan begitu saja. Bahkan, semua orang tentu mempunyai kesan mendalam terhadap ibunya masing-masing, ibu yang sangat dicintai. Anda pun bisa melihat sosok ibu dari dua generasi sebelum Anda, yakni nenek yang juga merepresentasikan sosok ibu di masa lalu. Kini, Anda sendiri juga sudah menjadi sosok ibu untuk anak-anak Anda. Coba bandingkan ibu di masa lalu, termasuk nenek Anda dan ibu Anda sendiri dengan ibu masa kini, termasuk Anda? Banyak yang berubah bukan? Perubahan ini terjadi karena banyak faktor, mulai dari kemajuan teknologi, tingkat pendidikan, lingkungan, dan sebagainya.

Seiring dengan perkembangan informasi, sosok ibu saat ini tak sekadar orang penting di belakang layar. Ibu tak cuma mengurus rumah tangga, melayani suami dan membesarkan anak.

Lain dulu lain sekarang. Ibu di masa kini sudah banyak berbeda dari masa lalu. Ada perubahan positif ada pula yang negatif. Mungkin di hari Ibu ini ada beberapa perubahan Ibu di masa kini.

Tak Ingin Punya Banyak Anak

Kalau kita menengok ke masa lalu seakan takjub, bagaimana seorang ibu bisa memiliki anak banyak dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Sebuah slogan banyak anak banyak rezeki yang diyakini oleh ibu di masa lalu, kini sudah  berubah. Anjuran pemerintah untuk melakukan Keluarga Berencana bagi setiap keluarga pun membuat setiap keluarga di masa kini tak memiliki anak dalam jumlah banyak, kebanyakan hanya dua atau tiga saja.

Sementara kini, ibu dengan satu atau dua anak saja sudah sangat merasa repot. Coba bayangkan kerepotan ibu harus menggendong bayi, sementara kakaknya juga masih sangat kecil untuk disuruh bermain sendiri. Alhasil, banyak pekerjaan berangkap-rangkap yang harus dikerjakan ibu dalam satu waktu. Mengasuh bayi, balita, memasak, mencuci, menyuapi, dan segudang pekerjaan rumah tangga yang tidak akan ada habisnya.

Geleng-geleng kepala sambil meyakini kehebatan ibu di masa lalu mungkin akan sama-sama dirasakan oleh banyak ibu di masa kini. Ditambah lagi, dengan jumlah anak yang tak bisa dikatakan sedikit tersebut, ibu di masa lalu tetap menjalankan perannya sebagai istri yang baik, memasakkan suami, menyiapkan segala kebutuhan suami, dan menjadi istri hebat dengan memanage uang belanja untuk keperluan keluarga sekaligus sekolah anak-anaknya.

Ingin Serba Instan Dan Cepat

Seiring kemajuan zaman, banyak kegiatan ibu yang terbantu dengan berbagai peralatan canggih. Mau memasak nasi, lebih praktis dengan rice cooker, ingin mencuci baju ada mesin cuci, membersihkan debu dengan vacuum cleaner, membuat sambal dengan blender, dan masih banyak lagi.

Tentu hal ini sangat jauh berbeda dengan ibu-ibu di masa lalu yang harus mencuci dengan tangan, memasak nasi dengan panci, membersihkan debu-debu dengan menyapu sampai bersih, membuat sambal pun ibu di masa lalu harus mengulek dengan cobek hingga halus.

Berbagai peralatan serba praktis ini seolah membiasakan para ibu untuk melakukan banyak hal dengan praktis dan instan, tak mau repot, dan inginnya serba cepat.

Memenuhi Ruang Profesi

Di era modern seperti saat ini, kaum ibu tak lagi canggung tampil di depan publik dengan segala keahliannya. Bahkan tak jarang, ibu muda saat ini bisa sukses meniti karir sejalan dengan dirinya menata keluarga.

Perempuan masa kini telah menduduki berbagai profesi, mulai dari guru, dosen, camat, lurah, polwan, dokter, bahkan pilot pun ada. Peran dan kedudukan seorang ibu kini telah banyak berubah. Ibu masa kini telah mengenyam pendidikan tinggi.

Mereka banyak memilih berkarir di kantor dibandingkan dapur. Mereka juga banyak menduduki kursi di pemerintahan, bahkan memimpin negara.

Saat ini kedudukan laki-laki dan perempuan sama, setara, sehingga perempuan pun punya kesempatan yang sama untuk bekerja pada berbagai jenis profesi. Perempuan saat ini bebas berekspresi, menempuh pendidikan tinggi, dan mengejar cita-citanya setinggi langit. Banyak para ibu masa kini yang memilih tetap berkarier, namun tanpa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.

Hidup Glamour dan Penampilan Menjadi Hal Yang Penting

Di antara ribuan ibu modern yang sukses, banyak pula yang salah jalan karena tak mampu menyaring serangan kemajuan zaman yang maha dasyat.

Sosok ibu yang bersahaja, kini berubah menjadi glamour dengan gaya hidup hedonnya. Usia dan status seorang istri tak menjadi batasan mereka mengekspresikan menjadi wanita modern dan keren. Nongkrong di mal, belanja sana-sini, gila gadget, arisan, sudah jadi rutinitas kaum ibu modern saat ini. Tentu biaya untuk menikmati gaya hidup demikian tidaklah murah.

Menjadi seorang ibu memang tak bisa dikatakan mudah. Rutinitas pekerjaan rumah tangga yang menggunung, mengurus suami dan anak, memasak, membersihkan rumah, dan banyak lagi. Namun, bukan berarti ibu harus melupakan penampilan.

Jika ibu di masa lalu lebih banyak yang memilih menghabiskan waktu di rumah dan lebih banyak yang tampil alami, lain halnya dengan ibu masa kini. Ibu di masa kini menganggap penampilan sangat penting.

Banyaknya pusat-pusat kecantikan yang selalu ramai dikunjungi para ibu menjadi bukti bahwa penampilan merupakan bagian yang penting bagi ibu masa kini. Ibu di masa kini cenderung lebih aktif, bisa mengendarai motor atau mobil dan mengantarkan anak-anaknya ke sekolah, kursus balet, musik dan sebagainya. Ibu yang setiap saat harus mendampingi buah hati pun harus tampil cantik.

Tidak Dapat Dipisahkan Dengan Teknologi

Kemajuan teknologi telah mengubah berbagai sendi kehidupan, termasuk untuk mendukung segala aktivitas ibu. Para ibu di masa kini tak bisa dipisahkan dengan kemajuan teknologi. Bagi para ibu, internet, PC, gadget, dan jejaring sosial adalah hal yang akrab dengan kehidupannya saat ini.

Jika di masa lalu, para ibu harus pergi ke pasar untuk membeli baju atau peralatan rumah tangga, kini tinggal duduk manis di depan laptop dan melakukan pemesanan online dan bertransaksi, dalam beberapa hari barang akan sampai. Begitulah, kemudahan teknologi yang tak bisa jauh dari dunia ibu.

Ancaman Ibu Hari Ini

Keadaan yang berbahaya ini tak bisa dihindari. Padahal ibu menjadi tonggak utama kesuksesan sebuah keluarga.

Meski tak semua ibu demikian, tapi faktanya banyak dari mereka terseret dalam gaya hidup foya-foya. Parahnya, ada yang sampai memaksa agar tak dibilang ketinggalan zaman.

Ibu masa kini telah berani memperjuangkan hak-haknya untuk disejajarkan dengan pria. Namun, perubahan yang baik itu tidak selalu membawa kebaikan. Ada sederet ibu masa kini yang justru berani berbuat tercela, yang tidak pantas dicontoh oleh anak-anaknya.

Padahal seorang ibu seyogyanya harus menjadi sosok pelindung dan pendidik untuk anak-anaknya, agar menjadi generasi penerus yang baik.

Oleh karena itu, dimasa ini perlu dirunungkan bersama-sama bagaimana pergeseran budaya dan pengaruh globalisasi ini mempengaruhi sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *