Jumat, Juni 21, 2019
Home >

EPISTEMIK.COM – ‘Episteme dan Realitas’

[su_accordion][su_spoiler title=”TENTANG KAMI” open=”yes” style=”fancy” icon=”arrow-circle-2″ anchor=”” class=””]

Sungguh peradaban manusia telah mencapai pucuk yang teramat menjulang, tetapi kebohongan, kebobrokan dan ketidakadilan masih menjadi pemandangan yang menciderai peradaban itu sendiri. Sejarah telah mencatat bagaimana hal-hal negatif seperti perang, dehumanitas, ketimpangan sosial masih menjadi fenomena yang sering melanda manusia. Hal ini membuat kita bertanya, peradaban apakah yang sesungguhnya dibangun oleh manusia?

Konstruksi peradaban manusia mengalami inkonsistensi dan kesemerautan bentuk ketika dihadapkan dengan laju dan perkembangan media massa. Dengan kemajuan teknologi, manusia telah dibawa pada ruang yang tak terbatas dalam berinteraksi yang disebut dengan ruang cyber (cyber space). Dalam ruang tersebut, eksistensi manusia tak terbatas, citra bisa dibentuk dan identitas menjadi hal yang sulit diidentifikasi. Manusia menjadi begitu akrab dengan kebohongan berupa topeng-topeng dan pencitraan palsu. Kita lihat di dunia maya, orang-orang bisa terlihat sangat bijaksana meski di dunia nyata sebenarnya tidak demikian.

Fenomena tersebut selanjutnya melahirkan patologi-patologi baru berupa kesimpangsiuran makna dan tindakan manusia. Bahasa tak mampu menjadi alat komunikasi yang jujur, etika telah kehilangan substansinya. Begitu banyak penipuan-penipuan terjadi di media massa, mulai dari masalah materi sampai masalah hati (asmara). Oleh karena itu, sepertinya ktia tengah diancam oleh peradaban yang kita buat sendiri.

Berangkat dari beberapa polemik yang saat ini kita hadapi itu, kami yang peduli riset dan kajian sosial keagamaan membuat website ini sebagai ruang diskusi, informasi bahkan ruang perlawanan terhadap dehumanisasi yang semakin marak. Website dengan nama epistemik.com dengan pertimbangan intelektual yang sejalan dengan fenomena yang kita hadapi ini. Nama tersebut merupakan pengembangan dari episteme dan realitas. Episteme sebagaimana Michel Foucault ditunjukkan pada apa-apa yang dibalik realitas yang tergambar. Dengan kata lain episteme adalah realitas sesungguhnya yang tak diabadaikan oleh sejarah. Adapun realitas adalah apa yang kita saksikan saat ini.

Berdasarkan pemaknaan tersebut, epistemik.com merupakan bentuk upaya menganalisa fenomena saat ini dengan melihat aspek episteme-nya. mencari titik-titik potensial untuk melakukan komunikasi intelektual guna mencari apa yang ada dibalik realitas. Bisa dikatakan ini adalah anti mainstream. Kami akan banyak bicara apa-apa yang lupa dibicarakan manusia pada umumnya. Hal tersebut secara tidak langsung ingin menunjukkan bahwa realitas sesungguhnya adalah bukan hanya realitas yang dibentuk di media mainstream, tapi bahkan berada pada kantong-kantong sejarah yang terabaikan.

Salam Epistemika!

[/su_spoiler]

[su_spoiler title=”REDAKSI” open=”no” style=”fancy” icon=”arrow-circle-2″ anchor=”” class=””]

Epistemik Media Publisher

PENANGGUNG JAWAB
Makmun Syaikhoni

PEMIMPIN UMUM
M. Rofiq

REDAKTUR PELAKSANA
Rosyid Musydin

MANAJER UMUM
Fahmi Rahmatika

PENELITIAN & PENGEMBANGAN
Muh. Toha Hasan

KOORDINATOR LIPUTAN
Arif Syaifudin

DESAIN & TEKNOLOGI INFORMASI
Mahfud Hilmiyansyah

KONTRIBUTOR
Ali Mahruz
Syaifudiniez
Estik
Abdul Rasyid
[/su_spoiler]

[su_spoiler title=”KONTAK KAMI” open=”no” style=”fancy” icon=”arrow-circle-2″ anchor=”” class=””]

HUBUNGI KAMI VIA E-MAIL

OFFICIAL REDAKSI IKLAN

 


IKUTI KAMI DI SOSIAL MEDIA

[/su_spoiler][/su_accordion]