Jumat, Juni 21, 2019
Home > Peristiwa > Biografi Marsekal Hadi Tjahjanto Calon Tunggal Panglima TNI Pengganti Gatot Nurmantyo

Biografi Marsekal Hadi Tjahjanto Calon Tunggal Panglima TNI Pengganti Gatot Nurmantyo

Epistemik.com Nama Marsekal Hadi Tjahjanto mulai ramai diperbincangkan publik lantaran namanya dipilih oleh presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Panglima TNI yang akan menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang memasuki masa pensiun maret mendatang.

Selain itu nama Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjadi terkenal setelah membongkar kasus korupsi di Kementerian Pertahanan pada pengadaan pesawat dan helikopter Kemenhan.

Jokowi sendiri menilai Hadi Tjahjanto merupakan sosok yang memiliki jiwa kepemimpinan kuat. Marsekal Hadi Tjahjanto bukanlah sosok yang baru dikenal oleh Jokowi. Dalam perjalanan karirnya Jokowi dan Hadi pernah dipertemukan dalam sejumlah kesempatan.

Untuk mengetahui bagaimana perjalanan karir dan biografi Marsekal Hadi Tjahjanto mari kita simak ulasan berikut ini mengenai profil Marsekal Hadi Tjahjanto:

Profil Marsekal Hadi Tjahjanto

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.Ip. lahir di Malang Jawa Timur pada 8 November 1963, saat ini Hadi Tjahjanto menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) yang dilantik pada 18 Januari 2017 dan resmi menggantikan Marsekal TNI Agus Supriatna.

[su_frame][/su_frame]

Nama Lengkap           : Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.Ip

Tempat tanggal lahir  : Malang, 8 November 1963

Agama  : Islam

Umur    : 54 tahun

Istri       : Ny. Nanik Istumawati

Anak     :
– Hanica Relingga Dara Ayu
– Handika Relangga Bima Yogatama

Pendidikan Dan Karier Hadi Tjahjanto Dari Tahun Ketahun

Hadi Tjahjanto menyelesaikan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Udara pada tahun 1986. Selepas lulus pendidikan ia langsung meneruskan ke Sekolah Penerbang TNI-AU tahun 1987.

Setelah lulus Akademi Angkatan Udara (AAU) pada 1986, Hadi mengawali kariernya di Skadron Udara 4 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang Jawa Timur. Yang bertugas mengoperasikan pesawat angkut ringan untuk Operasi Dukungan Udara, SAR terbatas, dan kursus penerbang pesawat angkut.

Hadi Tjahjanto yang sebelumnya menjadi pilot pesawat angkut Cassa di Skadron Udara 4. Pada tahun 1993, kariernya meningkat menjadi Kepala Seksi Latihan Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh.

Karier Hadi Tjahjanto meningkat dengan cepat pada 1996, ia tidak lagi mengurusi pesawat angkut ringan. Namun Hadi berganti memimpin pesawat angkut berat, yakni sebagai Komandan Flight Ops “A” Flightlat Skadron Udara 32 Wing Udara 2 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh.

Kemudian ditahun 1997, Hadi Tjahjanto memimpin pendidikan penerbang sebagai Komandan Flight Skadron Pendidikan 101 Pangkalan Udara Adi Soemarno, Solo.

Selanjutnya pada tahun 1998, Hadi menjadi Kepala Seksi Bingadiksis Dispers Lanud Adi Soemarno, dan ditahun yang sama ia ditunjuk untuk menjabat sebagai Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI.

Setahun kemudian, tepatnya pada tahun 1999 Hadi Tjahjanto dipindah tugas ke Yogyakarta untuk menjadi Instruktur Penerbangan Lanud Adi Sucipto Yogyakarta. Dan memasuki tahun 2000 Hadi dipercaya menjadi Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Lanud Adi Sucipto Yogyakarta.

Tahun 2001, Hadi Tjahjanto menjadi Komandan Satuan Udara Pertanian Komando Operasi Angkatan Udara I. Kemudian, tahun 2004, Hadi menjabat sebagai Kepala Departemen Operasi Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara.

Berikutnya, dia menjabat sebagai Kepala Dinas Personel Lanud Abdulrachman Saleh tahun 2006, dan Kepala Sub Dinas Administrasi Prajurit Dinas Administrasi Persatuan Angkatan Udara tahun 2007.

Selang kemudian, Hadi Tjahjanto diberi tugas sebagai Komandan Lanud Adi Sumarmo, Solo periode 2010 hingga 2011. Setahun berselang, Hadi diangkat menjadi Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional (Basarnas), tepatnya pada tahun 2011-2013.. Dengan jabatan barunya, Hadi resmi memperoleh pangkat marsekal pertama dengan bintang satu di pundaknya.

Selanjutnya namanya mulai muncul ke publik saat ia ditarik ke Mabes dan diangkat menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, pada tahun 2013-2015, sebagai juru bicara.

Kemudian pada tahun 2015, Hadi Tjahjanto kembali dipanggil ke Lanud Abdurachman Saleh, Malang, untuk memimpin sebagai Komandan Lanud.

Di tahun 2015 tampaknya menjadi tahunnya Hadi. Kariernya terus moncer. Ia diminta menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) pada 2015 hingga 2016. Tentunya, bintangnya pun naik menjadi bintang dua dengan pangkat marsekal muda. Di posisi ini, Hadi kembali bertemu dengan Joko Widodo, yang sebelumnya sempat bersama saat tugas di Solo dengan jabatan yang berbeda; Hadi sebagai Komandan Lanud Adi Sumarmo periode 2010-2011 dan Jokowi saat itu menjabat sebagai wali kota.

Setahun menjalani tugas sebagai sekretaris militer presiden, tepatnya pada bulan November 2016, Hadi Tjahjanto dipindahkan ke Kementerian Pertahanan RI sebagai Irjen. Bintangnya pun bertambah tiga dengan pangkat marsekal madya.

Tak lama kemudian, pada awal tahun 2017, namanya kembali dipromosikan sebagai orang nomor satu di TNI AU.

Pada  waktu itu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, mengajukan Wakil Lemhanas Marsekal Madya Bagus Puruhito, Wakasau Marsekal Madya Hadiyan Sumintaatmadha, dan Irjen Kemhan Marsekal Madya Hadi Tjahjanto ke presiden.

Akhirnya Presiden Jokowi memilih Hadi Tjahjanto sabagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) menggantikan Marsekal Agus Supriatna yang pensiun 28 Januari 2017. Hadi pun dilantik di Istana Presiden, Jakarta, 18 Januari 2017, dengan kenaikan bintang empat dengan pangkat marsekal TNI AU. Pengangkatan Hadi sebagai KSAU berdasarkan Keputusan Presiden No 2 TNI tahun 2017 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Staf Angkatan Udara.(RF)

Karier Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Gambar dari Rilis.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *