Senin, Mei 20, 2019
Home > Gaya Hidup > Apa Itu Penyakit Difteri Dan Bagiamana Cara Mencegahnya? Beginilah Penjelasannya

Apa Itu Penyakit Difteri Dan Bagiamana Cara Mencegahnya? Beginilah Penjelasannya

Epistemik.comAkhir-akhir ini kita sedang di teror dengan sebuah penyakit Difteri yang sudah lama tak terdengar, namun kini kembali mewabah. Hampir satu dekade menghilang, kini kembali mengintai. Secara tiba-tiba penyakit ini telah menyebar hampir di 20 provinsi Indonesia, atas kejadian ini, Kementrian Kesehatan RI pun menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Lalu sebenarnya apa itu penyakit difteri? Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir pada tenggorokan dan hidung, namun terkadang juga bisa menyerang kulit. Penyakit Difteri adalah penyakit yang sangat menular dan termasuk infeksi serius yang dapat mengancam keselamatan jiwa.

Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2016 saja tercatat 7.097 kasus dari seluruh dunia. Saat ini, menurut Kementerian Kesehatan dalam jangka waktu Januari hingga November 2017 ada 20 provinsi yang melaporkan kasus Difteri. Secara keseluruhan terdapat 593 kasus dan 32 diantaranya meninggal dunia. Lantas, seperti apa gejalanya, penyebab dan cara mengobati Penyakit Difteri ini? mari simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Penyebab Penyakit Difteri

Penyakit Difteri disebabkan oleh bateri yang bernama Corynebacterium diphtheriae, bakteri ini bisa menyebar dengan sangat mudah, apalagi bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Berikut ini adalah beberapa cara penularan yang perlu di waspadai, diantaranya:

Menghirup percikan ludah penderita saat bersin atau batuk, cara ini merupakan penularan yang paling umum terjadi, Barang-barang yang sudah terkontaminasi, contohnya seperti handuk dan Bersentuhan langsung dengan luka borok akibat difteri pada kulit di penderita.

Bakteri Difteri ini akan menghasilkan racun, dimana racun ini membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan hingga sel-sel menjadi mati. Sel-sel mati ini lah yang akan membentuk lapisan tipis abu-abu pada tenggorokan. Seddangkan racun yang dihasilkan tadi juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan dapat menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal serta sistem saraf.

Bahkan penyakit difteri terkadang tidak menunjukan gejala apapun sehingga di penderita tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfkesi, jika tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, maka berpotensi menularkna penyakit ini kepada orang disekitar, terutama pada mereka yang belum mendapatkan imunisasi.

Gejala Penyakit Difteri

Penyakit difteri pada umumnya memiliki rentan waktu semenjak bakteri menyerang tubuh sampai gejala muncul, kira-kira 2 hingga 5 hari, gejala-gejala tersebut antara lain: Demam dan mengigil, sakit tenggorokan, sulit bernafas, seing merasa lemas, pembengkakan kelenjar limfe pada leher, pilek yang pada awalnya cair namun kelamaan menjadi kental bahkan bercampur darah.

Di sisi lain, Difteri juga terkadang menyerang kulit yang menyebabkan luka borok. Borok tersebut dapat sembuh dalam beberapa bulan, namun biasanya meninggalkan bekas.

Cara Mencegah Penyakit Difteri

Langkah untuk pencegahan penyakit difteri yang paling efektif adalah dengan vaksinasi yang tergabung dalam vaksin DTP. Vaksin ini meliputi difteri, pertusis dan tetanus. vaksin DTP sendiri merupakan imunisasi wajib bagi anak-anak yang diberikan 5 kali saat anak berumur 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan dan satu setengah tahun.

Namun apabilan imunisasi DTP terlambat diberikan kepada anak, imunisasi kejaran tidak akan mengulang dari awal. Bagi anak dibawah umur 7 tahun yang belum melakukan munisasi DTP, masih bisa melakukan imunisasi kejaran sesuai dengan anjuran dokter tentunya. Namun bagi anak yang berusia diatas 7 tahun, terdapat vaksin sejenis yang bernama vaksin Tdap.

Dengan pencegahan atau perlindungan tersebut, dapat melindungi anak dari penyakit difteri seumur hidup. Sedangkan untuk mengobati penyakit difteri kamu tentunya harus mendapatkan penanganan dokter, dokter akan mengambil sampel dari lendir di hidung, tenggorokan dan borok (ulkus) di kulit untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Nah, sekarang sudah tahukan apa itu penyakit difteri ? selalu jaga kesehatan ya guys.

Untuk mencegah penularan kuman difteri penyebab penyakit difteri, selain pengobatan dengan vaksinasi. Beberapa cara tersebut adalah, sebagai berikut;

  1. Memberikan kekebalan dengan cara imunisasi atau vaksinasi,
  2. Hindari kontak langsung dengan penderita difteri, karena kuman bisa menyebar melalui udara,
  3. Jaga kebersihan diri dengan pola hidup bersih dan sehat,
  4. Menjaga stamina tubuh dengan makan makanan yang bergizi dan berolahraga serta cuci tangan sebelum makan,
  5. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur,
  6. Bila mempunyai keluhan sakit saat menelan segera memeriksakan ke Unit Pelayanan Kesehatan terdekat.

Mencegah lebih lebih baik daripada mengobati, mungkin adagium tersebut sangat penting bagi kita untuk menjadi pengingat agar selalu hidup sehat dan terhindar dari segala penyakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *