Senin, Mei 20, 2019
Home > Peristiwa > Nasional > Akibat Gempa Bumi Malam Hari Ini Dua Warga Meninggal Dan Ratusan Rumah Rusak

Akibat Gempa Bumi Malam Hari Ini Dua Warga Meninggal Dan Ratusan Rumah Rusak

Epistemik.com – Gempa bumi yang terjadi malam hari 15 Desember 2017 telah mengguncang beberapa kota di wilayah Jawa Barat. Ternyata gempa bumi hari ini bersumber dari Samudera Indonesia di barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat. Guncangan gempa terjadi dua kali dalam jeda waktu yang tidak lama, Jumat (15/12/2017) malam.

Gempa pertama dengan magnitudo 7,3 mengguncang selatan Tasikmalaya, Jawa Barat, pukul 23.04 WIB. Beberapa menit kemudian tepatnya pukul 23.47 WIB, daerah yang sama diguncang gempa dengan magnitudo 6,9.

Gempa Tasikmalaya tersebut terasa getarannya hingga ke daerah lain seperti Ciamis, Pangandaran, Cilacap, Banyumas, Semarang, Depok, Jakarata dan daerah lainnya.

Guncangan yang cukup kuat juga menyebabkan sebagian wilayah Jawa, termasuk Yogyakarta terkena imbasnya. Gempa di Yogyakarta, guncangan terjadi sekira pukul 23.50 WIB. Guncangan gempa di Jogja dan Tasikmalaya ini pun terasa cukup lama dan menyebabkan orang-orang berlari keluar rumah.

Pusat Gempa

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan 3 wilayah di Jawa Barat yakni Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis sebagai daerah yang paling mengalami kerusakan akibat gempa 6,9 SR. Selain itu wilayah lain juga seperti Garut dan Cilacap juga megalami kerusakan.

“Daerah yang terdampak gempa yang merusak terdapat di Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, Garut, Cilacap, Kebumen, Kota Pekalongan, Banyumas, Brebes dan Banjarnegara,” kata Sutopo dalam keterangannya, Sabtu (16/12/2017).

Dia mengatakan pusat gempa berada di 6 km Tasikmalaya. Titik gempa itu membuat Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis menglami guncangan terparah.

“Mengingat pusat gempa berada di 6 km arah tenggara Kota Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya, maka daerah yang terdampak guncangan keras dan merusak adalah di Kabupaten Tasikmalaya, Pangandaran dan Ciamis di Provinsi Jawa Barat,” lanjut Sutopo.

Dampak Gempa 

Berdasarkan laporan BPBD, dampak gempa bumi terdapat dua orang meninggal dunia, tujuh orang luka, 43 rumah rusak berat dan roboh, 65 rumah rusak sedang, 10 rumah rusak ringan, dan beberapa bangunan publik mengalami kerusakan.

“Dampak gempa di wilayah Jawa Barat adalah satu orang meninggal dunia, enam orang luka-luka, 17 rumah rusak berat, 59 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan. Sedangkan di Jawa Tengah, satu orang meninggal dunia, satu orang luka berat, 26 rumah rusak berat dan roboh, dan enam rumah rusak sedang,” katanya.

Sutopo menjelaskan, dua korban meninggal dunia adalah Hj Dede Lutfi (62) warga Desa Gunungsahari RT 04 RW02 Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, dan Ibu Aminah (80) waga Sugihwaras Gg. 1 RT 02 RW 18 Kelurahan Kauman Kota Pekalongan. Keduanya meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Selain memakan korban jiwa, gempa juga menyebabkan sejumlah bangunan di daerah terdampak rusak dan sebagian di antaranya hancur.

Sementara itu akibat dampak gempa hari ini terdapat beberapa rumah sakit mengalami kerusakan sehingga pasien dievakuasi ke luar rumah sakit. Seperti halnya bangunan RSUD Banyumas mengalami kerusakan plafon ambrol, tembok yang retak, kebocoran instalasi pipa gas oksigen dan lainnya.

Tak hanya itu, sebanyak 70 pasien dari ruang rawat inap ditampung di dalam tenda BPBD Banyumas dan sebagian dilayani di PKU Gombong.

Penanganan Gempa

Saat ini Tim Reaksi Cepat BNPB telah dikirimkan untuk mendampingi BPBD dalam penanganan darurat. Pendataan terus dilakukan.

“BPBD bersama dengan TNI, Polri, Basarnas, SKPD setempat, PMI, Tagana, relawan, NGO dan masyarakat membantu penanganan darurat. Kepala BNPB terus berkoordinasi dengan Kepala BPBD dalam penanganan darurat gempa bumi,” kata Sutopo.

Sementara itu, sebagian besar masyarakat yang evakuasi saat adanya peringatan dini tsunami sudah kembali ke rumahnya. Sampai saat ini tidak ada tsunami yang terjadi di sepanjang pesisir selatan Jawa. Dan aktivitas masyarakat secara umum telah kembali normal. (Arif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *