Jumat, Juni 21, 2019
Home > Gaya Hidup > 5 Hal Yang Mengharuskan Anda Untuk Segera Resign Sebelum Tahun 2018

5 Hal Yang Mengharuskan Anda Untuk Segera Resign Sebelum Tahun 2018

Epistemik.comSelalu ada momentum yang ditunggu-tunggu banyak orang untuk melakukan perubahan, tentunya perubahan kearah yang lebih baik ya. Dengan adanya momentum rasanya seperti mendapatkan energi lebih untuk melakukannya bukan?. Seperti momentum pergantian tahun misalnya. Jutaan orang di dunia ini akan menjadikannya momentum untuk membuat revolusi hidup. Mengevaluasi pencapaian setahun kebelakang dan juga membuat rencana untuk tahun yang akan datang. Nah, karena sekarang sudah memasuki akhir tahun, apakah Anda sudah siap dengan rencana resolusi hidup dan karir Anda?

Bagaimana dengan hari-hari Anda selama ini? Bagi Anda yang menjadi seorang pekerja, mungkin kurang lebih 1/3 waktu dalam keseharian Anda harus berkutat dengan pekerjaan. Menyenangkankah? Perlukah Anda menyiapkan revolusi hidup tentang karier pekerjaan Anda?

Para pekerja berjibaku dalam pekerjaannya dengan berbagai orientasi seperti mencari nafkah, pengalaman, mengejar jenjang karier, kepuasan batin, pengembangan diri, menjaga gengsi, dan berbagai tujuan lainnya yang menjadi pemacu mereka dalam bekerja. Berangkat pagi lalu pulang sore atau malam hari menjadi rutinitas harian. Rutinitas yang tidak ter-manage dengan baik, suatu hari nanti akan menjadi bom waktu yang hanya tinggal menunggu kapan waktunya ‘meledak’.  Mungkin diri Anda bisa berkata “All its well, I am fine”, namun tak ada salahnya bertanya pada hati, apakah ada kejanggalan yang Anda rasakan selama ini ketika bekerja. Bila beberapa penjelasan dibawah ini Anda rasakan, mungkin hal ini dapat menjadi tanda Anda untuk segera resign. Anda pasti ingin menghabiskan waktu hidup Anda dengan optimal bukan?

  • Tidak Seprinsip

Hidup ini memang harus punya prinsip jika tidak ingin hidup terombang-ambing. Semua orang punya kepentingan yang secara sadar maupun tidak sadar akan saling mempengaruhi agar kepentingannya memperoleh dukungan, bahkan untuk menjatuhkan kepentingan lainnya. Tidak ingin kan… Maka berprinsiplah! Apa prinsip hidup yang Anda bawa dalam bekerja? Apakah perusahaan tempat Anda bekerja sekarang sejalan atau menghormati prinsip Anda? Atau justru sangat bertolak belakang. Misalkan, Anda adalah pecinta lingkungan, sedangkan Anda bekerja di perusahaan yang limbahnya berpotensi mencemarkan lingkungan. Nyamankah Anda terus berada dalam bagian perusahaan tersebut? Bila hati nurani Anda tergelitik karena merasa prinsip Anda tidak sejalan bahkan bertolak belakang, maka Anda dapat mempertimbangkan bahwa mungkin hal ini adalah tanda Anda untuk segera resign.

  • Stagnan

Salah satu fitrahnya manusia  adalah berkembang. Tentunya bukan hanya berkembang biak saja, tapi ada tuntutan dalam hidup bahwa manusia memang harus menjadi lebih baik dari hari ke harinya, kapasitas diri Anda harus berkembang. Bayi terlahir dengan fitrah pembelajarnya. Mulai dari tidak bisa apa-apa lalu belajar tengkurep, duduk, berdiri, berjalan, berlari, meloncat, dan seterusnya. Akal pikiran mereka belum berjalan utuh, mereka hanya mengikuti naluri fitrah mereka. Dan mereka tidak pernah menyerah untuk berkembang! Apa jadinya jika saat bayi dulu menyerah? Artinya, kita sebagai orang dewasa juga jangan mau stagnan dalam hidup. Harus semangat berkembang. Banyak hal yang dapat membuat Anda stagnan, baik karena faktor eksternal seperti sistem perusahaan, bos, rekan kerja, dll yang menghambat Anda berkembang maupun faktor internal diri Anda sendiri. Bisa jadi Andalah yang berleha-leha tidak mau berkembang. Ayo Bangun! Segera evaluasi, cari jalan keluarnya, dan perbaiki. Jika tidak ada juga solusinya, sebaiknya Anda berfikir untuk pindah kerja. Hal ini menjadi tanda Anda untuk segera resign. Apa jadinya masa tua Anda bila saat muda saja sudah stagnan?

  • Hampa

Bila Anda dihadapkan pada sesuatu yang Anda sukai, pastilah mata Anda akan berbinar, rasa semangat hadir, antusias tinggi, sunggingan senyum pun turut menyertai, apapun yang dilakukan akan terasa menyenangkan. Lalu bagaimana bila kebalikannya? Pada hal-hal yang tidak Anda sukai maka yang akan terjadi adalah gairah hidup seperti hilang, mata sayu, tubuh gontai, senyum pun nanar, dan semua terasa hampa. Anda bekerja menghabiskan kurang lebih 1/3 waktu keseharian Anda, pastinya menyiksa sekali jika hanya dijalani dengan kehampaan. Jika tanda-tanda kehampaan telah menjangkit Anda, segeralah mencari alasan penguat atau sesuatu yang dapat menjadi penyemangat Anda untuk bertahan dalam pekerjaan tersebut. Namun bila kehampaan terus menyelimuti hari Anda, ini benar-benar tanda Anda untuk segera resign. Jangan sia-siakan waktu hidup Anda hanya dengan ditemani kehampaan. Rasanya sangat menyiksa. Anda berhak bahagia.

  • Gaji Tidak Mencukupi

Gaji adalah reward dari hasil kerja Anda yang paling ditunggu-tunggu. Dari gaji tersebut Anda akan mencukupi kebutuhan hidup Anda dan juga keluarga Anda. Bila gaji dirasa tidak mencukupi kebutuhan hidup (bukan gaya hidup), rasa tidak tenang saat bekerja akan hadir. Bisa jadi Anda tidak akan fokus dalam bekerja karena memikirkan untuk mendapatkan tambahan untuk mencukupi kebutuhan Anda. Lain cerita bila orientasi Anda bekerja bukanlah untuk mencari nafkah, hanya untuk mendapatkan pengalaman saja. Sebaiknya pertimbangkan apakah dengan kapasitas yang Anda miliki layak untuk di gaji sebesar yang Anda dapatkan saat ini. Bila Anda merasa layak mendapatkan lebih, bernegolah dan juga buktikan dengan hasil pekerjaan yang memuaskan, tingkatkan terus kapasitas diri Anda. Namun bila perusahaan Anda terlihat tidak ada harapan untuk menghargai kapasitas Anda dengan gaji yang layak, maka inilah tanda Anda untuk segera resign. Jangan takut resign bila Anda yakin dengan kapasitas Anda. Anda berhak dihargai dan diakui dengan baik.

  • Punya Rencana Lain

Semoga poin nomor 1-4 tidak Anda rasakan dan Anda sangat betah di tempat kerja saat ini. Perusahaan sangat mendukung Anda berkembang, memiliki bos dan rekan kerja yang menyenangkan, dan juga gaji yang mencukupi. Terasa sudah sempurna bukan? Namun hidup Anda tetaplah dalam kendali Anda. Tengoklah rencana jangka panjang yang Anda inginkan, pertimbangkan sebagai revolusi hidup Anda, misalnya seperti melanjutkan kuliah, membuat usaha sendiri, menikah, atau rencana lainnya. Rencana-rencana hidup Anda pastinya menjadi kompas hidup Anda yang ingin Anda wujudkan. Tidak perlu berlama-lama terlena dan takut keluar dari zona nyaman. Bila rencana hidup Anda telah memanggil diri Anda untuk segera diwujudkan maka bisa jadi ini sebagai tanda Anda untuk segera resign. Anda berhak mendapatkan tantangan hidup lain dan mendapatkan ganti yang lebih baik. (Qerja.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *